Film Ali & Ratu Ratu Queens
Film Ali & Ratu Ratu Queens, Sumber: Tribun News

Film Ali & Ratu Ratu Queens sukses masuk kedalam daftar film top trending yang ada di Netflix. Sama halnya dengan film Sore, film ini juga mengambil latar tempat di luar negeri, tepatnya di kota New York, Amerika Serikat.

Film yang berdurasi 100 menit ini sukses mendapatkan rating dari IMDb sebesar 7.1. Baca Juga: Film A Quiet Place Part II – Teror yang Terus Berlanjut Lalu bagaimana kisah dan ulasan dari film Ali & Ratu Ratu Queens ini? Yuk disimak!

Synopsis

Mengisahkan Ali (Iqbaal Ramadhan) yang ditinggal oleh ibunya, Mia (Marissa Anita) ke New York ketika ia masih kecil. Ia selalu merasa bahwa ibunya sudah tidak sayang lagi karena tidak pernah pulang ke Indonesia atau bahkan sekalipun memberi kabar kepadanya.

Mia Ali & Ratu - Ratu Queens
Mia, Ibu dari Ali, Sumber: Grid Fame

Suatu ketika, ayah dari Ali meninggal dunia akibat stroke yang dideritanya. Ia menjadi semakin sedih karena sudah tidak ada lagi yang dapat menyayanginya. Sampai suatu saat, Ali mendapatkan banyak surat dari ibunya yang ternyata selama ini disembunyikan oleh sang ayah.

Ali yang semula beranggapan bahwa sang ibu sudah tidak menyayanginya, langsung berubah pikiran dan memutuskan untuk menyusul ibunya ke New York, tepatnya di Queens.

Ia mengabarkan kepada keluarga besarnya bahwa ia akan menyusul ke Queens. Awalnya keluarga besarnya tidak menyutujuinya karena mereka beranggapan bahwa Mia sudah meninggalkannya sejak ia kecil. Namun, Ali menunjukkan bukti bahwa Mia sebenarnya meminta kepada Ali untuk menyusulnya ke New York, lengkap dengan bukti surat yang mencantumkan alamat dari Mia dan tiket pesawat yang sudah dipesan. Akhirnya, keluarganya merelakan Ali untuk pergi ke New York.

Sesampainya di New York, Ali datang ke alamat yang tercantum dalam surat yang ternyata adalah sebuah apartemen. Sesampainya di tujuan, ia bertemu dengan Eva (Aurora Ribero) dan memintanya untuk langsung masuk saja ke apartemen dan menemui orang yang dimaksud.

Akhirnya, ia bertemu dengan empat tante – tante rempong yang ternyata mereka semua imigran dari Indonesia. Keempat tante – tante rempong tersebut adalah Party (Nirina Zubir), Biyah (Asri Welas), Ance (Tika Panggabean), dan juga Chinta (Happy Salma).

Salah satu dari tante tersebut, Party memberi tahu bahwa orang yang dicari oleh Ali sudah pindah dari apartemennya. Ia mengatakan bahwa Mia merupakan teman dari Party sejak dulu. Party pun tidak tahu kemana pindahnya Mia.

Karena merasa iba dan salut dengan kenekatan Ali, para tante yang disebut sebagai ratu – ratu Queens ini mempersilahkan agar Ali tinggal sementara di Apartmennya.

Semenjak hari itu, Ali, dibantu ratu – ratu Queens berupaya untuk mencari Mia di seantero kota New York, menyusuri tiap sudut kota New York yang terkenal dengan sebutan kota yang tidak pernah tidur itu.

Film Ali dan Ratu - Ratu Queens
Ratu – Ratu Queens, Sumber: Magdalene

The Good

  • Pengembangan karakter Ali lebih matang. Berawal dari anak kecil yang tidak tahu apa – apa mengenai ibunya sampai menjadi remaja yang nekat dengan kegigihannya mencari ibunya di seantero kota New York.
  • Film Ali & Ratu – Ratu Queens ini sukses menambah deretan film Indonesia yang berlatar tempat diluar negeri seperti Sore (2017), Rudy Habibie (2016), Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar (2014), dan banyak lagi.
  • Pesan moral di film ini tersampaikan dengan sangat baik. Scene ratu – ratu Queens yang tulus membantu dan menghibur Ali dalam mencari ibunya membuktikan bahwa keluarga tidak terbatas pada hubungan darah saja. Film ini mengajarkan kepada kita bahwa cakupan keluarga itu lebih luas. Orang – orang yang peduli dan membuat kita nyaman juga bisa dapat dikatakan sebagai keluarga.
  • Film ini menggambarkan bagaimana perjuangan imigran di kota New York yang terkenal dengan sebutan kota yang tidak pernah tidur. Baik Mia maupun ratu – ratu Queens berusaha dengan berbagai cara agar dapat survive dan mengejar apa yang disebut dengan American Dream.
  • Bumbu – bumbu komedi di film yang disutradarai oleh Lucky Kuswandi patut mendapat acungan jempol. Komedi – komedi ringan juga tidak mencela atau menyudutkan pihak – pihak tertentu.
  • Aksen bahasa inggris yang dibawa oleh karakter Mia patut mendapatkan tepuk tangan yang meriah, terutama dengan mimik wajah dan intonasi yang dibawanya memberikan kesan lebih ngena kepada kita bahwa ia sudah lama tinggal di New York.
  • Ending dari film ini dapat dikatakan sebagai sad ending namun happy ending. Walaupun kita tidak diperlihatkan secara jelas mengenai apa yang Mia sampaikan kepada suami barunya, yang mana jika dipikir – pikir mungkin Mia akan memilih untuk kembali bersama Ali, sesuai dengan apa yang kita harapkan dari jalan cerita ini. Namun, Ali ternyata lebih bahagia tinggal bersama ratu – ratu Queens dan berhasil mengejar mimpinya untuk mengejar beasiswa di kota New York.

The Bad

  • Diatas kertas, film ini terdengar klise, dimana konsep film ini tentang pencarian seseorang yang sudah banyak ditemukan di berbagai film pada umumnya.
  • Karakter Eva menurut Laminjo kurang terekspos dengan baik. Memang, jika dari awal kita sudah ‘ditekankan’ bahwa film ini lebih berorientasi kepada drama keluarga. Walaupun begitu, scene kedekatan antara Eva dan Ali dapat dikembangkan dengan lebih baik menjadi happy ending yang sebenarnya tidak merusak dari tujuan utama.
  • Akting Iqbaal Ramadhan masih dikatakan kurang baik. Scene – scene dimana ketika ia sedih kurang menunjukan mimik wajah yang benar – benar sedih. Meskipun begitu, hal tersebut masih dapat di tolerir dengan nada lawan bicara dan backsound musik yang mendukung

Conclusion

Secara garis besar, film ini tidak terkesan berlebihan dalam drama – drama yang disampaikannya, dapat dikatakan cukup. Walaupun salah satu dari keempat anggota ratu – ratu Queens ini diperankan oleh Asri Welas, bumbu komedi yang dibawakannya cukup bagus dan tidak terkesan berlebihan yang mana dapat merusak inti cerita dari film ini. Scene, backsound, dan akting dari para pemain cukup membuat dada penonton merasa sesak. Jika ditanya, apakah film ini patut untuk ditonton, jawaban Laminjo adalah sangat – sangat direkomendasikan untuk ditonton.

SutradaraLucky Kuswandi
Penulis NaskahGina S. Noer
PemeranIqbaal Ramadhan, Nirina Zubir, Asri Welas, Tika Panggabean, Happy Salma, Aurora Ribero, Marissa Anita, Ibnu Jamil
MusikMar Galo, Ken Jenie
SinematografiBatara Goempar
DistributorNetflix
Tanggal Rilis17 Juni 2021
NegaraIndonesia
BahasaBahasa Indonesia
Durasi1 Jam 40 Menit

Itulah review mengenai film Ali & Ratu – Ratu Queens. Gimana reaksi kalian setelah nonton film ini? Tulis di kolom komentar ya! Baca Juga: Review Film Tersanjung: The Movie. Oh ya, Jangan lupa juga baca artikel review kita yang lain disini.

You might also enjoy:

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *